Suatu hari Rasulullah memanggil salah satu Sahabatnya untuk diamanati tugas sebagai gubernur. Sahabat tersebut bernama Muadz bin Jabal tetapi ia menolak tugas tersebut karena merasa tidak mampu memangku jawaban itu. Suatu sikap yang sangat susah dimasa sekarang ini dimana hampir setiap orang begitu berambisi untuk mendapatkan jabatan bahkan dilakukan untuk mendapatkan dengan segala cara tanpa memperhatikan etika ataupun syariat.
Menghadapi penolakan sahabatnya tersebut Rasulullah bersikap sangat bijak karena beliau tahu betul bahwa Muadz bin Jabal
mampu menjalankan tugas tersebut karena itulah Rasulullah
memberikan suatu arahan dan nasehat hingga akhirnya
sahabat beliau mau dan mantap dalam menjalankan tugas.
Pesan Rasulullah tersebut yaitu:
“Wahai Muadz bin Jabal bertakwalah kepada Allah dimana saja Engkau berada dan ikutilah perbuatan yang tidak baikmu dengan kebaikan niscaya kebaikan akan menghapus keburukan dan bergaullah dengan manusia dengan ahlakmu yang baik.”
Kemudian nasihat Rasulullah kepada Sahabat yang lain juga dalam hal yang sama yaitu, bagaimana seseorang bisa menjalankan tugas dengan baik.
“Wahai wabishoh engkau datang utnuk bertanya tentang kebajikan atas Rasulullah bersabda sambil mengarahkan tiga jarinya kepada wabishoh, bertanyalah kepada hatimu karena kebaikan itu segala yang membuat hatinya tenang dan membuat perasaanmu nyaman sedngkan keburukan adalah apa apa yang membuat hatimu gelisah dan dadamu deg degan walaupun manusia.”
Dari nasehat Rasulullah tersebut maka kita dapatkan pelajaran yang sangat berharga dan menjadi kehidupan bagi siapa saja yang ingin selamat dan nyaman yaitu:
1. Bahwa jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan oleh Allah dan masyarakat
2. Orang yang bijak dan cerdas akan melihat jabatan dari sisi tugas dan amanah bukan dari sisi seberapa besar gaji atau manfaat lain yang ia akan peroleh.
3. Jaga taqwa atau ketaatan terhadap Allah dengan memandu hidup dengan syariat Allah dan senantasai beribadah serta dzikir karena dari sisi inilah seseorang akan senantiasa merasa diawasi oleh Allah
5. Segera bertaubat dari setiap kesalahan dengan mengganti amalan yang lebi baik.
4.Berahlak yang baik karena dengan ahlaknya manusia bergaul bila perilakunya baik maka ia akan mendapatkan perlakuan yang baik, bila perilaku buruk maka ia akan mendapatkan perlakuan yang buruk dari orang lain.
6. Libatkan nurani.
Allaj yang Maha Pencipta telah mengkaruniakan kepada jiwa manusia takwa dan fujur, mengenal dan menyenangi yang baik untuk dirinya dan membenci hal-hal yang tidak baik, karena itulah jika manusia mau melibatkan nuraninya, Insya Allah, ia akan selamat dan pegangan hidupnya seagaimana sabda Rasulullah di atas: Kebaikan itu adalah yang menyenangkan hatimu dan menangkan jiwamu. Sedang kejahatan adalah yang menyedihkan hatimu dan membuat dadamu deg degan.
Dengan berbekal nasehat Rasulullah, sahabat Muadz bin Jabal RA berangkat dan mantap serta akhirnya sukses dalam mengemban amanah.
Nasehat Rasulullah SAW tersebut tentu saja bukan hanya untuk ashabat Muadz bin Jabal tetapi umat seluruhnya bahkan untuk semua manusia sepanjang zaman. Wallahu’alam.





.jpg)