
Ditulis dalam Kegiatan | Bertanda banten, caleg dpr, kampanye pks | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ada beberapa hal yang menjadi asas tegaknya masyarakat sahabat yang diungkal Al Quran dengan khairu ummah (QS 3:110)
1. Membangun kesadaran hidup Islami/hidup religi
Kehidupan spiritual atau religi adalah kehidupan yang senantiasa mendasari pola hidupnya dengan agama dan ini memang bukan monopoli Islam bahkan untuk semua umat sepanjang jaman.
“Yaitu merasa diawasi Allah, berorientasi kepada Ridha Allah/Tuhan dan apa yang ia lakukan merupakan ibadah dan kebajikan. Karena itulah ketika masyarakat seperti ini terwujud maka terwujudlah system “waskat”, pengawasan malaikat.”
Sedangkan indikasi kesadaran hidup beagama (Islamis) bisa dilihat dari perubahan sikap dari kehidupan sebelumnya menuju kehidupan berikutnya (hijrah)
2. Masjid
Ketika Rasulullah SAW berhasil dengan tahap awal yaitu kesadaran hidup Islami (religi) baik secara ritual atau amal dan dibuktikan dengan hijrah, langkah berikutnya membangun masjid.. Peranan masjid dimasa Rasulullah bukan hanya difungsikan sebagai tempat shalat (ritual) tetapi juga difungsikan sebagai puast kegiatan, baik sosial maupun keilmuan. Maka sangat wajarlah kalau seluruh kegiatan para shahabat selalu berbingkai agama (syariat) karena selalu hatinya (aqidah) yang memang sudah benar juga ketika membahas, bermusyawarah segala sesuatunya selalu di masjid.
3. Ukhuwan Islamiyah
Sesudah Rasulullah membangun masjid bersama sahabatnya dan selalu menekankan kepada sahabatnya untuk memakmurkan masjid, kemudian Rasulullah menyatukan para sahabat dengan ikatan ukhuwah.
Rasulullah persaudarakan antara muhajirin dan anshar hingga hilanglah fanatisme kesukuan atau golongan mereka menyatu dalam ikatan persaudaran.
4. Kepemimpinan
Pemimpin dalam suatu masyarakat adalah laksana pohon sedang masyarakatnya adalah bayangannya, laksana sumber dari hulu sungai sedangkan masyarakatnya laksana aliran air dan hilirnya. Karena itu kalau pemimpin bengkok maka tidak mungkin rakyatnya lurus sebagaimana tidak mungkinnya bayangan menjadi lurus sedangkan pohonnya bengkok. Begitu juga tidak mungkinnya hilir sungai menjadi bersih sedangkan sumber dan hulunya kotor. (besambung)
Ditulis dalam Kegiatan, Tausiyah | Bertanda Islami, kepemimpinan, khairu ummah, landasan, sahabat | Tinggalkan sebuah Komentar »
Suatu hari Rasulullah memanggil salah satu Sahabatnya untuk diamanati tugas sebagai gubernur. Sahabat tersebut bernama Muadz bin Jabal tetapi ia menolak tugas tersebut karena merasa tidak mampu memangku jawaban itu. Suatu sikap yang sangat susah dimasa sekarang ini dimana hampir setiap orang begitu berambisi untuk mendapatkan jabatan bahkan dilakukan untuk mendapatkan dengan segala cara tanpa memperhatikan etika ataupun syariat.
Menghadapi penolakan sahabatnya tersebut Rasulullah bersikap sangat bijak karena beliau tahu betul bahwa Muadz bin Jabal
mampu menjalankan tugas tersebut karena itulah Rasulullah
memberikan suatu arahan dan nasehat hingga akhirnya
sahabat beliau mau dan mantap dalam menjalankan tugas.
Pesan Rasulullah tersebut yaitu:
“Wahai Muadz bin Jabal bertakwalah kepada Allah dimana saja Engkau berada dan ikutilah perbuatan yang tidak baikmu dengan kebaikan niscaya kebaikan akan menghapus keburukan dan bergaullah dengan manusia dengan ahlakmu yang baik.”
Kemudian nasihat Rasulullah kepada Sahabat yang lain juga dalam hal yang sama yaitu, bagaimana seseorang bisa menjalankan tugas dengan baik.
“Wahai wabishoh engkau datang utnuk bertanya tentang kebajikan atas Rasulullah bersabda sambil mengarahkan tiga jarinya kepada wabishoh, bertanyalah kepada hatimu karena kebaikan itu segala yang membuat hatinya tenang dan membuat perasaanmu nyaman sedngkan keburukan adalah apa apa yang membuat hatimu gelisah dan dadamu deg degan walaupun manusia.”
Dari nasehat Rasulullah tersebut maka kita dapatkan pelajaran yang sangat berharga dan menjadi kehidupan bagi siapa saja yang ingin selamat dan nyaman yaitu:
1. Bahwa jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan oleh Allah dan masyarakat
2. Orang yang bijak dan cerdas akan melihat jabatan dari sisi tugas dan amanah bukan dari sisi seberapa besar gaji atau manfaat lain yang ia akan peroleh.
3. Jaga taqwa atau ketaatan terhadap Allah dengan memandu hidup dengan syariat Allah dan senantasai beribadah serta dzikir karena dari sisi inilah seseorang akan senantiasa merasa diawasi oleh Allah
5. Segera bertaubat dari setiap kesalahan dengan mengganti amalan yang lebi baik.
4.Berahlak yang baik karena dengan ahlaknya manusia bergaul bila perilakunya baik maka ia akan mendapatkan perlakuan yang baik, bila perilaku buruk maka ia akan mendapatkan perlakuan yang buruk dari orang lain.
6. Libatkan nurani.
Allaj yang Maha Pencipta telah mengkaruniakan kepada jiwa manusia takwa dan fujur, mengenal dan menyenangi yang baik untuk dirinya dan membenci hal-hal yang tidak baik, karena itulah jika manusia mau melibatkan nuraninya, Insya Allah, ia akan selamat dan pegangan hidupnya seagaimana sabda Rasulullah di atas: Kebaikan itu adalah yang menyenangkan hatimu dan menangkan jiwamu. Sedang kejahatan adalah yang menyedihkan hatimu dan membuat dadamu deg degan.
Dengan berbekal nasehat Rasulullah, sahabat Muadz bin Jabal RA berangkat dan mantap serta akhirnya sukses dalam mengemban amanah.
Nasehat Rasulullah SAW tersebut tentu saja bukan hanya untuk ashabat Muadz bin Jabal tetapi umat seluruhnya bahkan untuk semua manusia sepanjang zaman. Wallahu’alam.
Ditulis dalam Kegiatan | Bertanda amanah, jabatan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Berjumpa dengan para pemilih merupakan kesempatan emas tidak hanya merupakan ajang silaturahmi tetapi lebih dari itu sebagai sarana dakwah. PKS sebagai partai dakwah lebih mengutamakan karya daripada kata-kata.
Setiap pertemuan merupakan bagian dari dakwah. Setiap perjumpaan dengan anggota masyarakat merupakan bagian dari melaksanakan misi risalah. Disinilah bedanya PKS dengan parpol lainnya yang bermunculan dan mendatangi para pemilih tatkala menjelang pemilu.
PKS senantiasa hadir untuk melayani masyarakat dalam berbagai keadaan. PKS hadir dengan tulus baik dalam suka dan terutama dalam duka. Banjir, kesulitan ekonomi, gempa bumi dan bahkan kesulitan karena tekanan lainnya, PKS senantiasa mengulurkan tangannya.
Dalam misi dakwah inilah PKS selalu hadir. Membersihkan hati dan ruhani, membangkitkan semangat dan mengangkat kesejahteraan masyarakat dalam berbagai kebijakannya.
Ditulis dalam Kegiatan | Bertanda dakwah, kader, PKS | Tinggalkan sebuah Komentar »
Kegiatan bakti sosial di dalam masyarakat yang baru saja dilaksanakan tanggal 17 Januari 2009.
Ditulis dalam Tak terkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »
Alhamdulillah bisa hadir di hadapan Anda dalam sebuah situs sederhana untuk menjalin interaksi dan menyongsong pemilihan umum 2009.
Kehadiran blog sederhana ini merupakan sebuah upaya untuk berkomunikasi dengan para pemilih, mengumpulkan pendapat dan usulan serta menyalurkannya ke dalam lembaga legislatif kelak.
Situs ini hadir karena kecintaan kepada Islam sebagai Dinull Haq, kecintaan kepada bangsa Indonesia dan kecintaan kepada Tangerang dimana saya sekarang berada.
Sebagai calon Anggota DPR nomor 7 di Daerah Banten 3, doa restu dan dukungan Anda sangat kami nantikan.
Ditulis dalam Kegiatan | Tinggalkan sebuah Komentar »








.jpg)